Sebenarnya seperti apa mereka? Atau apakah mereka ada? Apa wujud mereka?
Entahlah, aku juga belum pernah bertemu dengan nya. Tapi apakah bisa disebut bila sesorang tersebut mampu mengisi kekosongan , kehampaan yang terasa selama ini.
Dinding kaca pemisah itu, nampak jelas terlihat apa yg mungkin bisa ku sebut Vidyadhari.
Terbawa dalam dunia lamunan, terkesima dengan indah nya nanti jika begini , dan nanti jika begitu.
Tanpa kusadari, kaca itu begitu keras, kucoba menghancurkan kaca pemisah itu.
Tapi tak dapat kulakukan dengan tangan hampa ini.
Perlahan demi perlahan sang Vidyadhari menjauh, menjauh dan menjauh…
Semakin terasa sesak , semakin terasa hampa, kemanakah perginya dia?
Semakin keras kumencoba pecahkan kaca itu,
Ingin ku mengejar nya,..
Maafkan aku duhai sang Vidyadhari,…semoga kita berjumpa diatas sana….
Given the choice between the experience of pain and nothing, I would choose pain.
